Macam-Macam Alat Ukur Beserta Fungsi dan Gambarnya

Jika bicara mengenai alat ukur maka ada beragam jenisnya, hal tersebut tergantung dari apa yang ingin diukur. Nah didalam kehidupan sehari-hari sebenarnya kita sering menjumpai macam-macam alat ukur seperti penggaris, meteran, timbangan, thermometer dan masih banyak lagi.

Dengan adanya alat pengukur kita bisa mengetahui nilai dari benda atau objek yang diukur. Jika kalian ingat pelajaran Fisika di sekolah ada yang namanya besaran pokok yakni besaran yang satuannya telah didefinisikan.

Alat ukur besaran pokok sendiri bermacam-macam, hal tersebut disesuaikan dengan nama besaran yakni Panjang, Massa, Waktu, Kuat Arus Listrik, Suhu, Intensitas Cahaya dan Jumlah Zat.

Seperti yang sudah sedikit disinggung di atas bahwa alat ukur sendiri ada bermacam-macam dengan fungsi dan kegunaan masing-masing. Dalam kesempatan ini Ingintahu.Net akan berbagi informasi mengenai hal tersebut, berikut ini berbagai macam alat ukur sesuai fungsinya.

Alat Ukur Suhu

Suhu adalah besaran untuk menyatakan derajat panas atau dingin suatu benda. Secara tradisional manusia bisa mengukur suhu menggunakan indra peraba, misalnya saja untuk mengukur suhu tubuh. Namun hal itu hanya sebagai perkiraan, untuk mendapatkan hasil yang pasti bisa menggunakan alat untuk mengukur suhu.

Dengan alat pengukur suhu, kalian bisa mengukur suhu tubuh, ruangan, udara, air, kelembapan, panas dan yang lainnya. Nah berikut ini bisa kalian simak macam-macam alat ukur suhu.

1. Termometer Klinis

Apa itu termometer klinis? termometer klinis adalah termometer yang sering kita lihat untuk megukur suhu tubuh. Di dalamnya terdapat cairan merkuri yang akan naik ketika ada perubahan suhu dan biasanya diletakkan pada area tertentu pada tubuh.

Alat Ukur Suhu Termometer Klinis
Termometer Klinis, Img by : sridianti.com

Karena sering digunakan oleh dokter, termometer klinis juga ada yang menyebutnya sebagai termometer dokter atau termometer medis. Ketika ada pasien yang demam maka untuk mengukur suhu tubuhnya bisa menggunakan alat ukur suhu ini.

Skala termometer klinis antara 35 derajat celcius hingga 43 derajat celcius, sebelum atau sesudah menggunakannya perlu dibersihkan dahulu menggunakan alkohol.

2. Termometer Digital

Di zaman sekarang ini terus dikembangkan peralatan modern untuk mempermudah manusia dalam menjalani kehidupan. Termometer digital adalah salah satu wujud dari perkembangan teknologi.

Alat Ukur Suhu Termometer Digital
Termometer Digital, Img by : alatalat-laboratori.blogspot.com

Seperti termometer jenis lainnya, prinsip kerja dari termometer ini yakni menggunakan bahan logam untuk pengukuran suhunya. Dengan memanfaatkan sifat logam yang memuai saat panas dan menyusut saat dingin akan didapatkan hasil perubahan suhu yang kemudian diterjemahkan dalam bentuk angka.

Dengan menggunakan termometer digital kita bisa melakukan pengukuran suhu, misalnya saja suhu tubuh. Hasilnya pun bisa dengan cepat keluar dan mudah dilihat.

3. Termometer Inframerah

Termometer inframerah merupakan alat pengukur suhu untuk mendeteksi temperatur suhu secara optik. Saat artikel ini dibuat banyak yang mencari tahu informasi mengenai termometer inframerah untuk mengukur suhu tubuh karena di dunia termasuk Indonesia sedang dilanda Pandemi Corona atau Covid-19.

Alat Ukur Suhu Termometer Inframerah
Termometer Inframerah, Img by : lazada.co.id

Sinar inframerah yang dipancarkan ke tubuh akan diproses dan kemudian hasilnya diterjemahkan dalam bentuk angka. Termometer yang menggunakan inframerah untuk mengukur suhu sudah mulai populer digunakan karena hasilnya bisa dilihat dengan cepat.

Selain suhu tubuh, termometer jenis ini juga bisa untuk megukur suhu benda tanpa perlu menyentuhnya, cukup dengan mengarahkan sinar inframerah ke benda yang akan diukur lalu akan didapatkan hasil suhu benda tersebut.

4. Termometer Ruang

Dengan mengetahui namanya saja pasti kita sudah tahu bahwa termometer ruang merupakan alat pengukur suhu ruangan. Prinsip kerjanya juga tidak jauh berbeda dengan termometer jenis lainnya.

Alat Ukur Suhu Termometer Ruang
Termometer Ruang, Img by : tokopedia.com

Biasanya termometer ruang sering dijumpai pada ruangan perkantoran atau industri. Bedanya dengan alat ukur suhu jenis lain yakni suhu yang dapat diukur skalanya antara -50 derajat celcius – 50 derajat celcius.

Termometer ini cukup mudah didapatkan, saat ini banyak yang menjualnya di marketplace. Jika ingin mendapatkannya bisa langsung kalian cari harga alat pengukur suhu ruangan.

5. Termometer Laboratorium

Termometer laboratorium merupakan jenis termometer yang sering digunakan di dalam laboratorium untuk mengukur suhu air, baik itu air panas ataupun air yang dingin.

Alat Ukur Suhu Termometer Laboratorium
Termometer Laboratorium, Img by : tokopedia.com

Termometer laboratorium sendiri berbentuk pipa panjang dan terdapat cairan alkohol atau air raksa berwarna merah untuk menunjukkan suhunya. Disamping itu dinding termometer ini biasanya dibuat tipis.

6. Termometer Bimetal

Termometer bimetal merupakan salah satu alat ukur suhu yang menggunakan zat padat atau lebih tepatnya berbahan logam sebagai pengukurnya. Prinsip kerjanya yakni bahan logam tersebut akan memuai saat terkena suhu panas dan menyusut saat bersuhu dingin.

Alat Ukur Suhu Termometer Bimetal
Termometer Bimetal, Img by : indonesian.alibaba.com

Di dalam termometer bimetal terdapat 2 keping logam yang koefisien muainya berbeda yang dikeling atau dipelat. Selain itu termometer ini sengaja dibuat dengan 2 buah keping logam karena kepingan logam tersebut dapat melengkung apabila terjadi perubahan suhu.

7. Termometer Termokopel

Selanjutnya ada termometer termokopel yang menggunakan logam jenis konduktor yang berbeda. Logam ini berfungsi sebagai sensor suhu yang akan mendeteksi dan mengukur suhu.

Alat Ukur Suhu Termometer Termokopel
Termometer Termokopel, Img by : bukalapak.com

Termometer ini dapat digunakan untuk mengukur temperatur suhu yang cukup besar dengan batas kesalahan pengukuran yakni kurang dari 1 derajat celcius.

8. Termometer Six Bellani

Kemudian ada yang namanya termometer six bellani. Ada hal unik dari termometer yang satu ini karena menggunakan dua cairan sekaligus yakni air raksa dan alkohol.

Alat Ukur Suhu Termometer Six Bellani
Termometer Six Bellani, Img by : uperproduk.com

Kedua cairan tersebut yakni air raksa dan alkohol digunakan secara bersama didalam satu termometer. Nah dari hal tersebut akan diperlihatkan suhu tertinggi dan terendah, oleh karena itu termometer six bellani juga ada yang menyebutnya termometer maksimum minimum.

Alat Ukur Panjang

Dalam aktifitas sehari-hari banyak yang menggunakan alat pengukur panjang untuk mengukur suatu objek. Jika kita mengingat kembali 7 besaran pokok, maka panjang termasuk di dalamnya.

Alat untuk mengukur panjang sendiri merupakan instrumen atau alat yang digunakan untuk menghitung besaran panjang dalam satuan meter, cm, dan mm. Berikut ini macam-macam alat ukur panjang beserta fungsi dan penjelasan singkatnya.

1. Penggaris atau Mistar

Penggaris atau juga ada yang menyebutnya mistar merupakan alam yang paling umum untuk mengukur panjang. Kita tentu sudah tidak asing lagi dengan penggaris, apalagi yang statusnya masih pelajar karena banyak pelajaran disekolah yang menggunaka alat ini.

Alat Ukur Panjang Penggaris
Penggaris, Img by : shopee.co.id

Dengan penggaris kita bisa mengukur atau menggambar garis lurus di suatu bidang, penggaris juga dilengkapi angka dengan satuan mm, cm, inchi sebagai tolak ukur berapa panjang dari objek yang diukur atau digaris.

Skala terkecil dari mistar yakni 1 mm atau memiliki tingkat ketelitian sebesar 0,5 mm. Selain sering digunakan di dalam sekolah, mistar juga banyak digunakan oleh tukang untuk menentukan ukuran dari objek yang akan dibuat.

2. Meteran

Alat ukur panjang selanjutnya yang sering digunakan yakni meteran atau ada juga yang menyebutnya meter ukur, pita ukur atau rollmeter. Untuk satuan ukur yang digunakan pada meteran yaitu mm atau cm, lalu ada feet atau inch.

Ketelitian dalam melakukan pengukuran menggunakan meteran sampai 0,5 mm. Biasanya alat pengukur panjang ini sering digunakan dipertukangan untuk mengukur bahan bangunan saat membangun rumah.

Alat Ukur Panjang Meteran
Meteran, Img by : bukalapak.com

Fungsi meteran sebagai alat ukur sangatlah banyak karena pada dasarnya setiap pekerjaan yang berhubungan dengan pengukuran membutuhkan alat ini. Bahan yang digunakanpun beragam, mungkin kalian sering melihat meteran dari plat besi, namun ada juga yang dari bahan lain, contohnya plastik, kain, kayu dan lainnya.

Panjang dari meteran cukup beragam, mulai dari 3 – 5 meter hingga 10 – 100 meter dalam bentuk roll. Untuk mendapatkannya juga sangat mudah, kalian bisa membelinya di toko alat teknik, toko bahan bangunan dan lain sebagainya.

3. Jangka Sorong

Jangka sorong juga merupakan alat pengukur panjang yang dapat digunakan untuk mengukur dengan ketelitian mencapai seperseratus milimeter. Alat ini terbagi menjadi dua bagian yakni rahang tetap dan geser atau sorong.

Alat Ukur Panjang Jangka Sorong
Jangka Sorong, Img by : ecatalog.mitutoyo.com

Skala panjang terdapat pada rahang tetap yang merupakan skala utama, sedangkan skala pendeknya terdapat pada rahang geser yakni skala nonius atau vernier yang diambil dari nama penemunya.

Skala utamanya memiliki skala dalam satuan cm dan mm, sedangkan untuk skala nonius memiliki panjang 9 mm dan dibagi menjadi 10 skala. Karena tingkat ketelitiannya yang tinggi, jangka sorong bisa digunakan untuk mengukur benda berukuran kecil.

4. Mikrometer Sekrup

Mikrometer sekrup merupakan alat untuk mengukur panjang yang presisi serta tingkat akurasinya tinggi. Alat ini dapat mengukur ketebalan atau diameter benda yang sangat kecil dengan ketelitian hingga 0,01 mm.

Karena tingkat akurasinya tinggi, mikrometer sekrup banyak digunakan di dalam teknik mesin atau elektro. Benda-benda yang kecil dan tipis dapat diukur dengan alat ini seperti kertas, seng, lempeng baja, alumunium, diamater kabel, kawat bahkan rambut.

Alat Ukur Panjang Mikrometer Sekrup
Mikrometer Sekrup, Img by : wikipedia.org

Ada dua bagian dari mikrometer sekrup, yang pertama yakni selubung atau poros tetap dan selubung luar atau poros ulir, selain itu terdapat dua skala yakni skala tetap dan skala putar atau nonius.

Skala panjang terdapat pada poros tetap yang merupakan skala utama, untuk poros ulirnya sendiri merupakan skala nonius. Dari berbagai alat pengukur panjang, mikrometer sekrup adalah alat dengan tingkat ketelitian yang lebih tinggi.

5. Laser Distance Meter

Seiring berjalannya waktu kini muncul alat ukur panjang digital yang menggunakan teknologi laser. Alat ini merupakan alat ukur digital yang bisa digunakan untuk mengukur jarak, panjang, luas serta volume pada suatu tempat atau ruangan.

Alat Ukur Panjang Laser Distance Meter 40
Laser Distance Meter, Img by : tokopedia.com

Walau ukurannya mini namun tingkat akurasi pengukurannya sangat akurat karena menggunakan sinar laser berteknologi tinggi. Alat ini dapat mengukur mulai ukuran milimeter hingga 250 meter.

Alat Ukur Massa

Jika kalian ingin mengetahui massa dari suatu benda tentunya memerlukan alat ukur yang sesuai dengan fungsinya. Massa berbeda dengan berat, jika massa tidak dipengaruhi grafitasi sedangkan berat dipengaruhi.

Sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari mungkin kalian sering melihat alat pengukur massa namun belum tahu kegunaannya, nah oleh karena itu di bawah ini ada macam-macam alat ukur massa dengan fungsi dan perbedaannya.

1. Neraca Sama Lengan

Neraca lengan biasa dijumpai di toko-toko emas untuk mengukur massa emas, kalian yang sering membeli emas tentu sering melihat benda ini. Terdapat dua piringan pada neraca ini serta anak timbangan.

Piringan ini berfungsi untuk meletakkan benda yang massanya akan diukur, sedangkan untuk anak timbangan fungsinya sebagai pembanding satuan besaranny, selain itu anak timbangan juga memiliki ukuran yang beragam.

Alat Ukur Massa Neraca Sama Lengan
Neraca Sama Lengan, Img by : brainly.co.id

Untuk mengetahui massa benda menggunakan neraca sama lengan, pertama letakkan anak timbangan pada piringan pertama dan benda yang ingin diukur pada piringan yang kedua.

Untuk mengetahui nilai besarannya perlu menunggu kedua piringan tersebut sejajar, jika telah sejajar maka bisa disimpulkan bahwa benda dan anak timbangan massanya sama.

2. Neraca Lengan Gantung

Alat ukur massa selanjutnya yakni neraca lengan gantung. Neraca ini sering ada di pasar-pasar untuk menimbang suatu barang. Jika kalian tahu tuas maka prinsip kerjanya hampir sama.

Alat Ukur Massa Neraca Lengan Gantung
Neraca Lengan Gantung, Img by : barangtempodoeloe.com

Untuk mengetahui massa benda menggunakan neraca lengan gantung bisa dengan meletakkan secara menggantung benda yang akan diukur pada pengaitnya.

Massa benda tersebut dapat diketahui dengan menggeser beban pemberatnya, ketika sudah seimbang dan sejajar maka massanya bisa dilihat.

3. Neraca Ohaus

Neraca ohaus merupakan alat untuk mengukur massa benda atau logam, biasanya neraca ini digunakan dalam praktik laboratorium. Tingkat ketelitiannya sangat detail mencapai 0,1 gram.

Alat Ukur Massa Neraca Ohaus
Neraca Ohaus, Img by : blog-artikel-pendidikan.blogspot.com

Neraca ohaus memiliki tiga skala yakni ratusan gram, puluhan gram dan satuan gram. Cara mengetahui massa dari suatu benda yang akan diukur yaitu dengan membandingkannya dengan anak timbangan.

Massanya dapat diketahui dengan menggeser anak timbangan, ketika posisi benda dan anak timbangan seimbang atau sejajar maka bisa disimpulkan massanya sama.

4. Neraca Pegas

Neraca pegas juga merupakan salah satu alat untuk mengukur massa, neraca ini sering dijumpai di laboratorium fisika, terlebih lagi kemampuannya yang dapat mengukur benda ringan. Cara mengetahui massa benda yang akan diukur yakni dengan melihat angka yang ditunjukkan oleh skalanya.

Alat Ukur Massa Neraca Pegas
Neraca Pegas, Img by : bukalapak.com

Pada neraca pegas terdapat dua skala yakni skala N (newton) dan skala g (gram). Skala N fungsinya untuk mengetahui berat dari suatu benda, lalu untuk skala g berfungsi untuk mengetahui massanya.

5. Neraca Digital

Neraca digital juga termasuk alat untuk mengukur massa suatu benda, neraca ini juga ada yang menyebutnya neraca elektronik. Alat ukur ini bekerja secara otomatis sehingga nilainya lebih akurat.

Alat Ukur Massa Neraca Digital
Neraca Digital, Img by : timbanganterbaik.wordpress.com

Tingkat ketelitian dari neraca digital mencapai 0,001 gram, oleh karena itu neraca ini sering digunakan di dalam laboratorium. Selain itu ada beberapa jenis neraca digital yang dilengkapi alat untuk mengukur waktu.

Alat Ukur Waktu

Waktu merupakan seluruh rangkaian ketika sebuah proses, perbuatan atau keadaan berada atau berlangsung. Saat ini ada macam-macam alat ukur waktu yang bisa digunakan untuk mengukur dalam skala detik, menit, jam, hari, pekan, bulan, tahun dan seterusnya.

Kalian tentu pernah melihat atau bahkan sering menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari, berikut ini contoh alat pengukur waktu yang banyak digunakan.

1. Jam

Alat ukur waktu yang paling banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari yaitu Jam. Tanpa adanya jam kita tidak bisa memanajemen waktu dalam menjalani kehidupan ini.

Alat Ukur Waktu Jam
Jam Dinding, Img by : bukalapak.com

Dalam sehari terdapat 24 jam, selama itu waktu akan terus berjalan dan berganti hari, tanggal, bulan hingga tahun. Satuan terkecil pada jam yakni detik atau sekon dan terbesar jam. Satu menit terdiri dari 60 detik sehingga jika satu jam ada 60 menit atau 3600 detik.

2. Arloji

Arloji atau lebih sering disebut dengan jam tangan merupakan salah satu dari beberapa jenis jam. Satuannya sama seperti jam pada umumnya namun yang membedakannya yaitu ukurannya yang mini.

Alat Ukur Waktu Arloji
Arloji, Img by : tokopedia.com

Dengan menggunakan arloji akan lebih mudah dalam mengetahui waktu, apalagi saat ini jam tangan tidak hanya sebagai pengukur waktu namun juga style fashion.

Saat ini banyak model arloji, baik itu untuk pria maupun wanita, harganya juga bervariasi mulai dari puluh ribuan hingga jutaan. Bahkan ada jam tangan premium yang harganya sampai ratusan juta.

3. Jam Pasir

Sebelum satuan detik belum ditetapkan sebagai satuan internasional, pada zaman dulu orang-orang menggunakan jam pasir untuk mengukur waktu. Kalian yang pernah melihat jam pasir tentu tahu bahwa alat ukur waktu ini memiliki 2 tabung.

Alat Ukur Waktu Jam Pasir
Jam Pasir, Img by : tokopedia.com

Tabung dalam jam pasir terdiri dari tabung yang berisi pasir dan tabung kosong yang dihubungkan oleh lubang. Ketika tabung berisi pasir diposisikan di atas maka pasir didalamnya akan masuk ke tabung satunya, perpindahan itulah yang digunakan untuk mengukur waktu.

4. Stopwatch

Stopwatch merupakan salah satu alat pengukur waktu dalam satuan detik, menit dan jam. Alat ini digunakan untuk kegiatan yang membutuhkan perhitungan dari nol, misalnya saja kegiatan lari.

Alat Ukur Waktu Stop Watch
Stop Watch, Img by : tokopedia.com

Dalam lari biasanya yang dihitung kecepatan lari dan waktunya, nah dengan menggunakan stopwatch akan lebih mudah dalam melakukan pendataan. Hingga saat ini stopwatch terus berkembang dengan tingkat ketelitian yang lebih tinggi yakni milisecond atau bahkan microsecond.

5. Digital Timer

Digital timer biasanya dapat ditemui di ruang lingkup seperti laboratorium, alat pengujian, ruang penelitian dan lain sebagainya. Penggunaan alat ini dapat mempermudah proses pengujian.

Alat Ukur Waktu Digital Timer
Digital Timer, Img by : blibli.com

6. Kalender

Kalender bisa untuk mengukur waktu dalam rentang waktu yang lebih lama yakni hari, minggu, bulan hingga tahun. Kalender juga merupakan sistem untuk pemberian nama pada sebuah periode waktu, seperti misalnya nama hari.

Alat Ukur Waktu Kalender
Kalender, Img by : freeiconshop.com

Pergantian tanggal bisa didasarkan dari gerakan-gerakan benda yang ada di luar angkasa seperti matahari dan bulan. Skala terkecil dari kalender yakni hari dengan tingkat ketelitian setengah hari.

Alat Ukur Listrik

Alat ukur listrik termasuk salah satu alat yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Kalian mungkin kerap melihatnya atau bahkan sering menggunaknnya.

Ada macam-macam alat ukur listrik dengan fungsi atau kegunaannya masing-masing. Nah berikut ini ada beberapa alat untuk mengukur listrik beserta gambar dan penjelasan singkatnya.

1. Ampere Meter

Ampere meter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur atau mengetahui kuat arus AC maupun DC. Jika ingin mengetahui arus yang mengalir pada sebuah penghantar maka perlu memotong penghantar dan dipasang secara seri atau berderet.

Alat Ukur Listrik Ampere Meter
Ampere Meter, Img by : tokopedia.com

Pemotongan penghantar ini bertujuan untuk mengalirkan arus listrik ke ampere meter sehingga bisa diketahui kuat arusnya. Ampere meter kegunaannya sangat banyak dan sering digunakan di tempat service elektronik, bengkel dan lain sebagainya.

2. Voltmeter

Selanjutnya ada voltmeter yang berfungsi untuk mengukur atau mengetahui besar tegangan listrik pada rangkaian listrik di dua titik. Ada batasan ukuran atau maksimal tegangan yang dapat diukur menggunakan alat ini.

Alat Ukur Listrik Volt Meter
Volt Meter, Img by : tokopedia.com

Karena ada batasan tegangan yang dapat diukur maka jika tegangannya melebihi batasan tersebut akan membuat voltmeter rusak. Alat ini memiliki 3 lempengan tembaga, terpasang pada bakelit dan dirangkai pada tabung kaca atau plastik.

Lempengan yang terdapat di luar berfungi sebagai anoda, sedangkan yang ada di bagian tengah fungsinya sebagai katoda. Dalam penggunaan voltmeter disusun secara paralel pada objek yang akan diukur.

3. Ohmmeter

Ohm meter merupakan alat yang dapat digunakan untuk mengukur atau mengetahui hambatan listrik pada suatu rangkaian yang tertutup. Alat ini memiliki besaran satuan yang dinamakan ohm, olehkarena itu dinamakan ohm meter.

Alat Ukur Listrik Ohm Meter
Ohm Meter, Img by : id.wikipedia.org

Di dalam ohmmeter terdapat galvanometer untuk mengukur hambatan listrik yang kemudian dikalibrasikan ke dalam satuan ohm. Mekanisme alat ini yaitu harus menghasilkan aliran internal, karena itu ohm meter dilengkapi dengan baterai.

Alat ini terdapat dua ujung, ujung merah dihubungkan ke terminal possitif dan yang hitam ke terminal negatif. Saat arusnya mengalir dari baterai lalu melewati unit, akan terlihat hasil hambatan tersebut.

4. Multimeter

Multimeter atau juga sering disebut avo meter atau multitester merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur arus listrik, tegangan listrik hingga hambatan listrik. Fungsi alat ini cukup banyak sehingga banyak disukai karena lebih mudah dan praktis.

Alat Ukur Listrik Multi Meter
Multi Meter, Img by : tokopedia.com

Multimeter dapat disetel sesuai kebutuhan, apakah ingin mengukur arus listrik, tegangan listrik atau hambatan listrik kedian tinggal mengarahkan ujung warna merah ke terminal positif dan ujung hitam ke terminal negatif.

Hasil dari objek yang dikukur dapat dilihat melalui skala yang ditunjukkan oleh jarum. Alat ini bisa dikatakan gabungan dari ampere meter, voltmeter dan ohm meter yang berada pada satu alat.

5. Wattmeter

Jenis alat ukur listrik selanjutnya yaitu Wattmeter yang berfungsi untuk mengukur daya listrik secara langsung. Alat ini dapat digunakan untuk mengukur pada arus searah ataupun bolak-balik.

Alat Ukur Listrik Watt Meter
Watt Meter, Img by : meterdigital.com

Watt meter memiliki dua kumparan, yakni kumparan tegangan dan kumparan arus. Besarnya arus yang mengalir pada kumparan akan berpengaruh pada medan magnet.

Apabila arusnya lebih besar maka medan magnet yang ditimbulkan juga semakin besar. Hal tersebut menyebabkan gaya tolak yang kemudian membuat kumparan tegangan atau jarumnya berputar ke arah kanan.

6. Megger

Mungkin kalian banyak yang belum tahu tentang alat ini, Megger atau digital insulation tester merupakan alat yang berfungsi untuk mengukur tahanan isolasi dari peralatan listrik maupun instalasinya.

Alat Ukur Listrik Megger
Megger, Img by : tokopedia.com

Output dari megger merupakan tegangan tinggi arus searah. Petugas biasanya menggunakan alat ini untuk mengukur tahanan isolasi pada kabel instalasi di rumah atau bangunan, kabel bertegangan tinggi atau rendah, transformator dan lain sebagainya.

7. Osiloskop

Osiloskop merupakan alat untuk mengetahui tegangan yang ditampilkan dalam bentuk grafik melalui layar. Alat ini terdiri dari tabung vacuum dengan sebuah katode yang menghasilkan pancaran elektron serta anode untuk mempercepat gerakannya.

Alat Ukur Listrik Osiloskop
Osiloskop, Img by : faiksmk1.wordpress.com

8. KWH Meter

KWH Meter merupakan alat pengukur listrik yang digunakan oleh PLN untuk menghitung besarnya pemakaian daya oleh para konsumennya. Alat ini bisa dijumpai di rumah-rumah yang melakukan pemasangan listrik.

Alat Ukur Listrik KWH Meter
KWH Meter, Img by : indonesian.alibaba.com

Bagian utama yang ada di KWH Meter diantaranya kumparan tegangan, kumparan arus, piringan alumunium, magnet tetap, gear mekanik yang berfungsi mencatat jumlah putaran piringan alumunium dan lain-lain.

Alat Ukur Intensitas Cahaya

Intensitas cahaya merupakan besaran pokok dalam fisika untuk mengukur daya yang dipancarkan oleh sumber cahaya yang berasal dari arah tertentu per satuan sudut.

Satuan SI dari intensitas cahaya sendiri yakni Candela atau Cd. Untuk mengukur intensitas cahaya bisa menggunakan alat pengukur, nah berikut ini beberapa alat ukur intensitas cahaya serta penjelasan singkatnya.

1. Lux Meter / Light Meter

Lux meter merupakan salah satu alat yang bisa digunakan untuk mengukur intensitas cahaya dalam suatu tempat. Besarnya intensitas cahaya dapat diketahui dengan sensor yang cukup peka dan juga linier terhadap cahaya.

Jika sumber cahaya ke sensor cukup jauh maka semakin kecil pula nilai yang nantinya ditunjukkan oleh lux meter. Hasil dari pengukuran tersebut ditampilkan pada layar dengan format digital.

Alat Ukur Intensitas Cahaya Lux Meter
Lux Meter, Img by : meteran.id

Hampir disemua lux meter terdiri dari rangka, sebuah sensor dengan sel foto dan layer panel. Ketika alat ini diletakkan pada sumber cahaya maka cahaya tersebut akan menyinari sel foto sebagai energi yang kemudian diteruskan menjadi arus listrik. Semakin banyak cahaya yang diserap, arus yang dihasilkan juga semakin besar.

Sedangkan light meter merupakan alat untuk mengukur jumlah cahaya yang masuk, ada perbedaan dari lux meter. Pada dasarnya alat ini digunakan untuk pencahayaan agar cahaya bisa didapatkan secara optimum sesuai kebutuhan.

Dalam ilmu typography light meter adalah alat untuk mengukur cahaya atau menentukan pembukaan. Alat ini juga kerap digunakan pada cinematography serta desain sains.

2. Spektrofotometer

Spektrofotometer merupakan alat pengukur intensitas cahaya pada panjnag gelombang tertentu serta melewati sebuah materi. Prinsip kerjanya yaitu melakukan pengukuran jumlah cahaya berdasarkan interaksi materi dengan tembakan cahaya.

Alat Ukur Intensitas Cahaya Spektrofotometer
Spektrofotometer, Img by : indonesian.alibaba.com

Ada beberapa jenis cahaya yang dapat diukur menggunakan spektrofotometer, diantaranya inframerah, ultraviolet serta cahaya tampak, sedangkan untuk materinya bisa berupa atom atau molekul.

3. Goniophotometer

Selanjutnya ada goniofotometer yang juga merupakan alat untuk mengukur intensitas cahaya yang dipancarkan dari benda dengan sudut berbeda. Adapun alat ini dapat mengukur  distribusi intensitas, koordinat warna, fluks cahaya serta temperatur warna.

Alat Ukur Intensitas Cahaya Goniophotometer
Goniophotometer, Img by : metrue.com

Di industri otomotif sering menggunakan goniophotometer, misalnya saj auntuk alat ukur kebisingan. Penggunaan alat ini semakin meningkat dalam beberapa tahun ini, apalagi setelah diperkenalkan sumber lampu LED yang mengarah ke sumber cahaya.

Alat Ukur Berat

Dalam kehidupan sehari-hari kita tak jauh dari aktifitas yang berkaitan dengan pengukuran berat atau beban. Alat pengukur berat yang sering dipakai untuk mengukur berat yakni timbangan, namun apakah kalian tahu bahwa timbangan memiliki ragam jenis?

Ada macam-macam alat ukur berat yang digunakan sesuai dengan benda yang akan diukur beratnya, berikut ini jenis timbangan serta penjelasan singkatnya.

1. Timbangan Duduk

Kalian mungkin sering melihat timbangan duduk atau bahkan kerap menggunakannya dalam sehari-hari. Timbangan ini banyak digunakan oleh pedagang, peternak, tempat laundry dan lain sebagainya.

Alat Ukur Berat Timbangan Duduk
Timbangan Duduk, Img by : lazada.co.id

Timbangan duduk sendiri kapasitasnya bermacam-macam, ada yang kapasitasnya bisa untuk menimbang benda hingga 500 kg, namun ada juga yang kapasitasnya tidak terlalu besar.

Untuk kapasitasnya yang mampu menimbang hingga 500 kg biasanya dilengkapi roda besi dan bandul geser. Jenis ini sering digunakan untuk menimbang benda berat seperti beras dan lain sebagainya.

2. Timbangan Digital

Timbangan digital kini banyak ditemui, apalagi hasil yang didapat dari pengukuran benda lebih akurat sehingga banyak yang meminatinya, disamping itu penggunaannya cukup praktis dan mudah.

Alat Ukur Berat Timbangan Digital
Timbangan Digital, Img by : tokopedia.com

Jenis timbangan digital juga cukup beragam, hal tersebut dibedakan dari cara penggunaannya serta kapasitasnya, contohnya saja timbangan digital untuk mengukur berat badan. Dari pada yang menggunakan jarum, hasil berat badan akan lebih terlihat jelas jika menggunakan yang digital.

3. Timbangan Kodok

Timbangan kodok merupakan salah satu alat ukur berat yang sudah ada sejak zaman dahulu dan masih banyak digunakan hingga saat ini. Biasanya jenis timbangan ini sering dijumpai di pasar tradisional yang digunakan pedagang untuk menimbang dagangannya.

Alat Ukur Berat Timbangan Kodok
Timbangan Kodok, Img by tokopedia.com

Ada dua sisi yang terdapat di timbangan kodok, sisi pertama untuk benda yang ingin ditimbang dan sisi kedua untuk bandul atau pemberatnya. Penggunaannya cukup mudah yaitu dengan meletakkan bandul sesuai berat yang diinginkan lalu meletakkan benda pada compreng atau panci.

Jika kedua sisi sejajar maka benda yang ditimbang beratnya sama dengan bandul yang digunakan untuk tolak ukurnya. Adapun pemberat timbangan kodok ada berbagai ukuran, mulai dari 1/2 ons, 1 ons, 2 ons, 1/2 kg, 1 kg dan 2 kg.

4. Timbangan Badan

Seperti namanya, timbangan badan digunakan untuk mengetahui berat tubuh manusia, seringkali kalau ke rumah sakit, puskesmas atau tempat pelayanan kesehatan lain melihat timbangan ini.

Alat Ukur Berat Timbangan Badan
Timbangan Badan, Img by : jakartanotebook.com

Kalau dulu timbangan badan banyak yang menggunakan jarum untuk mengetahui hasilnya, namun kini setalah zaman semakin berkembang ada timbangan untuk menimbang badan yang menggunakan angka digital.

Timbangan badan digital semakin banyak yang menggunakannya hari selain mudah digunakan, hasilnya dapat dilihat dengan mudah dan akurasinya lebih tinggi.

5. Timbangan Gantung

Alat ukur berat selanjutnya yaitu timbangan gantung. Sesuai namanya, kita bisa menggunakan timbangan ini untuk mengetahui berat suatu benda dengan cara menggantung pada pengaitnya.

Alat Ukur Berat Timbangan Gantung
Timbangan Gantung, Img by : lazada.co.id

Jenis timbangan gantung ada yang digital ada juga yang manual, untuk yang manual menggunakan jarum sebagai penanda hasilnya, sedangkan yang digital menggunakan angka.

6. Timbangan Hybrid

Timbangan hybrid merupakan perpaduan antara timbangan digital dan mekanik, hal tersebut dapat dilihat dari cara kerjanya yang memadukan dari kedua jenis timbangan tersebut.

Alat Ukur Berat Timbangan Hybrid
Timbangan Hybrid, Img by : tokopedia.com

Kelebihan dari timbangan hybrid dapat menimbang suatu benda yang cukup berat karena kapasitasnya yang besar. Sektor industri biasanya banyak menggunakan jenis alat pengukur berat ini karena sering menimbang dalam jumlah besar.

Alat Ukur Tinggi Badan

Tinggi badan seseorang sudah mulai diukur sejak bayi dan akan cepat bertumbuh saat anak-anak hingga remaja, untuk melihat perkembangan tinggi badan tersebut biasanya menggunakan alat ukur tinggi badan misalnya saja meteran.

Diusia anak-anak biasanya sangat senang jika disuruh untuk mengukur tinggi badan. Ada banyak tipe alat pengukur tinggi badan atau stature meter yang digunakan memantau perkembangan tingginya. Di bawah ini ada beberapa contoh tipe stature meter anak.

1. Tipe Stiker Dinding

Alat untuk mengukur tinggi badan dalam bentuk stiker dinding merupakan salah satu yang banyak digemari, apalagi saat ini banyak tipe stiker dinding yang desainnya disesuaikan dengan minat anak-anak.

Alat Ukur Tinggi Badan Stiker Dinding
Stiker Dinding, Img by : shopee.co.id

Stiker tempel yang bergambar kartun, hewan, tanaman atau yang lainnya dapat membuat anak-anak tidak bosan dan bersemangat saat mengukur tingginya, selain itu bisa untuk memperindah ruangan juga lho.

2. Tipe Kayu

Alat ukur tinggi badan yang terbuat dari kayu atau berbahan dasar kayu juga cukup menarik, terlebih lagi bagi kalian yang suka dengan tatanan interior kayu. Petetakannya bisa di kamar, ruang tamu atau yang lainnya sesuai tatanan.

Alat Ukur Tinggi Badan kayu
Tipe Kayu, Img by : timbanganbudi.com

Umumnya untuk menempelkan tipe kayu ini perlu digantung atau dikaitkan pada paku yang akan sedikit merusak dinding namun ada juga yang desainnya berdiri sendiri, jadi kalian bisa memikirkan terlebih dahulu sebelum membelinya.

3. Tipe Roll

Tipe roll juga cukup banyak yang menggunakannya, terlebih penggunaannya sangat mudah dan bisa disimpan apabila sudah selesai menggunakannya sehingga tidak memenuhi ruangan atau mengganggu pemandangan.

Alat Ukur Tinggi Badan Tipe Roll
Tipe Roll, Img by : tokopedia.com

Untuk menggunakannya cukup meletakkan pada lantai lalu tarik pitanya sampai nol mencapai garis merah, setelah itu tempel pada dinding menggunakan sekrup atau paku, tarik meteran ke bawah untuk memulai pengukurannya.

4. Tipe Aplikasi

Di zaman modern ini banyak hal bisa dilakukan dengan menggunakan smartphone, tak terkecuali mengukur tinggi badan. Ada banyak aplikasi yang diperuntukan untuk mengukur tinggi suatu objek, salah satunya aplikasi smart measure.

Alat Ukur Tinggi Badan Tipe Aplikasi
Tipe Aplikasi, Img by : tipspintar.com

Dengan aplikasi ini kalian bisa mengetahui tinggi badan dengan mudah dan simpel, selain itu aplikasi ini juga bisa untuk mengukur objek lain sehingga akan sangat berguna dan bermanfaat.

Demikianlah informasi mengenai macam-macam alat ukur beserta penjelasan singkatnya, semoga artikel ini dapat bermanfaat dan berguna untuk kalian semua.

Leave a Comment