Bahan Dan Alat Untuk Membatik Lengkap Dengan Gambar

Batik adalah lukisan yang dibuat pada kain mori menggunakan cairan malam atau lilin dan canting sebagai alat untuk membatik. Hasil dari membatik akan menghasilkan karya lukisan dengan nilai seni tinggi.

Istilah batik sendiri berasal dari Bahasa Jawa yakni amba yang artinya lebar, luas, kain dan tik yang berarti menulis titik. Orang-orang jaman dahulu sering menyebutnya ambatik dan seiring berjalannya waktu kini dikenal dengan batik.

Beberapa metode pembuatan batik akan menghasilkan jenis yang berbeda yakni batik tulis, batik cap dan batik printing atau sablon. Dari beberapa cara pembuatannya tersebut, batik tulis merupakan metode lama yang ditemukan di Mesir sejak abad ke-4 SM.

Proses pembuatan batik tulis juga lebih lama dari pada batik cap atau printing karena dibuat secara manual dengan cara melukis pada kain. Teknik melukis titik-titik pada batik butuh kejelian dan kesabaran, apalagi jika motif yang dibuat cukup rumit, hal tersebut yang membuat harga batik tulis lebih mahal.

Jika ingin tahu bagaimana rasanya membatik maka bisa mencobanya sendiri, apalagi saat ini kota-kota yang menghasilkan batik klasik seperti Yogyakarta memasukkan batik sebagai mata pelajaran.

Dalam membatik ada bahan dan alat untuk membatik yang harus dipersiapkan terlebih dahulu, berikut ini yang harus kalian persiapkan sebelum membuat batik tulis.

Kain Mori

Membuat batik membutuhkan beberapa bahan, salah satu yang wajib dipersiapkan yakni kain mori. Nantinya kain ini digunakan sebagai tempat melukis motif yang akan dibuat.

Kain mori terbuat dari bahan kapas yang sudah melalui proses pemutihan serta memiliki klasifikasi khusus seperti mudah menyerap zat pewarna batik, oleh sebab itu pemilihan kain sangatlah penting agar menghasilkan batik dengan kualitas yang baik.

Kain Mori Primissima
Kain Mori, Img by : bukalapak.com

Ada beberapa jenis kain mori yang bisa digunakan untuk membatik, dari yang kualitas rendah hingga kualitas terbaik, berikut ini macam kain mori yang biasa dipergunakan untuk membuat batik.

1. Kain Mori Primissima

Kain mori primissima atau primis merupakan jenis kain mori dengan kualitas terbaik. Kelebihan jenis ini yakni halus serta anyamannya padat sehingga bisa untuk membuat batik tulis berkualitas premium.

Ada beberapa jenis mori primis yang populer dan umum digunakan, antara lain kain mori berkolissima, mori gamelan dan mori kereta kencana.

2. Kain Mori Prima

Kain mori prima masuk dalam mori kelas menengah yang juga umum digunakan dalam pembuatan batik tulis maupun batik cap. Mori prima dibuat menggunakan benang katun 40s dengan lebar kain 106 cm dan 115 cm.

3. Kain Mori Biru

Mori biru kualitasnya di bawah mori prima namun satu level di atas mori batu, jenis ini dibuat dengan menggunakan benang katun 30s.

4. Kain Mori Batu

Nah yang terakhir mori batu yang terbuat dari benang katun 20s dan lebarnya 115 cm. Jenis ini masuk dalam kualitas terendah karena kerapatan kainnya tidak terlalu padat, disamping itu teksturnya agar kasar.

Selain kain mori sebenarnya ada jenis kain lain yang bisa digunakan untuk membatik, diantaranya kain rayon, kain kapas, kapas grey, kain sutera dan yang lainnya.

Malam atau Lilin

Disamping alat untuk membatik, malam atau lilin termasuk bahan utama yang sangat penting didalam membatik. Fungsi utama dari malam adalah untuk menutupi motif atau bagian tertentu agar tidak terkena zat pewarna.

Prinsip dalam membatik sendiri memanfaatkan dua sifat bahan yang bertolak belakang seperti minyak dan air. Dalam hal ini malam mengandung minyak sedangkan pewarna mengandung air yang intinya bagian tertentu pada kain dibuat tidak tertembus pewarna menggunakan lilin.

Pola Motif Kain Batik
Pola Motif, Img by : bahankain.com

Lilin yang melapisi kain nantinya akan memperlihatkan warna dasar kain yang dibuat dengan motif tertentu. Malam tidak hanya dipergunakan dalam pembuatan batik tulis namun juga digunakan untuk batik cap.

Pada jaman dahulu pengrajin batik memanfaatkan sarang lebah untuk membuat batik karena didalamnya terdapat struktur berbentuk heksagonal yang terbuat seperti dari lilin.

Lilin sendiri terbuat dari berbagai bahan sehingga bisa menahan air agar tidak menembusnya, berikut ini beberapa bahan yang ada pada lilin.

  • Gondorukem (getah pohon pinus yang sudah di suling)
  • Getah damar, lemak binatang (kendal atau gajih)
  • Parafin, microwax (jenis parafin yang lebih halus)
  • Minyak kelapa
  • Lilin tawon atau kote
  • Lilin lanceng

Perlu diketahui juga bahwa lilin yang digunakan pembuat batik bukan lilin biasa karena pada prinsipnya lilin malam ini tidak akan habis atau hilang sehingga ketika proses batiknya selesai bisa dilepaskan dari kain dan digunakan lagi.

Berdasarkan jenis dan kegunaannya, malam untuk batik bisa dibagi menjadi beberapa varian, diantaranya:

1. Malam Klowong

Malam klowong di sini fungsinya yaitu untuk nglowongi atau pelekatan pertama pada pola motif batik yang telah dibuat. Jenis malam ini sifatnya mudah sekali untuk encer jika terkena panas dan akan cepat membeku ketika mulai dingin.

Malam Batik Klowong
Lilin Malam, Img by : tokopedia.com

2. Malam Tembokan

Malam tembokan fungsinya untuk mengisi bidang yang lebih luas pada pola supaya kain yang memiliki gambar motif dapat dirintangi. Jenis malam ini daya lekatnya lebih kuat dan juga tidak mudah pecah atau remuk.

3. Malam Biron

Malam biron dalam hal ini fungsinya sebagai penutup warna pada motif batik tertentu yang dipertahankan di kain setelah melalui proses pencelupan atau dicolet. Sifat lilin biron sama seperti klowong yakni mudah mencair dan membeku.

Kualitas malam akan berpengaruh pada kualitas kain batik yang nantinya dihasilkan, oleh karena itu jika ingin mendapatkan kain batik dengan kualitas yang bagus sebaiknya memilih malam kualitas terbaik.

Zat Pewarna

Zat pewarna termasuk bahan utama yang dipakai untuk membatik. Biasanya ada dua jenis zat warna yang digunakan, pertama zat pewarna alami dan yang ke dua sintetis atau buatan.

Zat Pewarna Batik
Zat Pewarna, Img by : bukalapak.com

Saat ini penggunaan zat warna sintetis lebih banyak karena bisa dibilang lebih praktis, mudah mendapatkannya, harganya murah serta pilihan warnanya lebih banyak. Namun dari kedua jenis pewarna tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Canting

Canting merupakan alat untuk membatik tulis, namanya sendiri berasal dari Bahasa Jawa. Fungsi utama dari canting yaitu untuk mengambil lilin atau malam yang telah dilelehkan lalu melukiskannya pada kain yang telah digambari motif.

Canting sendiri memiliki 3 komponen, setiap komponen memiliki peran masing-masing, berikut ini komponen dari canting dan penjelasan singkatnya.

1. Cucuk

Cucuk atau ada yang menyebutnya carat merupakan bagian dari canting yang posisinya berada di paling ujung depan. Bentuknya sendiri melengkung seperti pipa dan di tengahnya terdapat lubang.

Fungsi utama dari carat yaitu untuk mengalirkan cairan lilin ke kain, prinsip kerjanya seperti ujung mata pena. Nah untuk melancarkan cairan lilin biasanya ujung carat ditiup dahulu setelah mengambil cairan lilin panas, hal ini berguna untuk mendinginkan suhu panas pada lilin atau malam.

Alat Untuk Membatik Canting
Canting, Img by : batiksgk.blogspot.com

2. Nyamplung

Nyamplung atau nyamplungan berfungsi untuk menampung malam yang telah dicairkan. Karena terbuat dari tembaga, bagian ini tahan panas dan merupakan penghubung antara cucuk dan gagangnya.

Dinamakan nyamplung karena nama nyamplungan diambil dari nama buah bernama nyamplung, jika dilihat memang agak mirip dengan bentuk oval dan agak pipih. Orang-orang jaman dahulu memang sering menamakan benda dengan hal-hal yang mirip dengannya.

3. Gagang

Yang terakhir adalah gagang atau tangkai canting. Pada dasarnya gagang terong pada canting berfungsi sebagai pegangan tangan agar memudahkan dalam menulis batik dan menghampat panas.

Gagang terong sendiri terbuat dari bambu namun ada juga yang dibuat dari bahan kayu. Sengaja menggunakan bahan tersebut karena untuk menghambat panas yang timbul dari cairan malam.

Kompor dan Wajan

Kompor dan wajan merupakan alat untuk membatik yang tak boleh kelewatan karena keduanya berfungsi sebagai pemanas dan penampung lilin. Awalnya lilin dalam keadaan beku, untuk mencairkannya perlu dipanaskan menggunakan kompor kecil.

Untuk memudahkan dalam mengatur besar kecilnya api bisa menggunakan kompor yang ada pengaturnya, hal ini cukup penting untuk menjaga kestabilan panas karena jika terlalu panas atau sebaliknya kurang baik untuk lilinnya.

Wajan dan Kompor Batik
Wajan dan Kompor Batik, Img by : tokopedia.com

Dulu banyak pengrajin batik tulis tradisional yang menggunakan kompor berbahan bakar minyak, namun karena saat ini minyak tanah sulit didapatkan dan harganya juga lumayan mahal akhirnya ada yang beralih menggunakan kompor gas.

Namun masih ada juga pengrajin tradisional yang menggunakan anglo untuk memanaskan malam. Anglo sendiri merupakan alat memasak yang menggunakan arang sebagai bahan bakarnya, cukup murah sebenarnya jika menggunakan alat ini namun panasnya tidak bisa diatur otomatis.

Sedangkan wajan di sini berfungsi sebagai tempat menampung lelehan malam, umumnya wajan yang digunakan terbuat dari alumunium atau tembaga.

Gawangan

Gawangan adalah alat untuk membatik tulis yang berfungsi sebagai penyangga kain saat proses membatik. Dengan alat ini kain bisa digantung melebar sehingga ketika melukiskan malam akan lebih mudah.

Gawangan Kayu Batik
Gawangan, Img by : astoetik.co.id

Bahan yang digunakan untuk membuat gawangan biasanya kayu atau bambu. Bentuknya seperti jemuran baju yang bisa dipindah-pindah sesuai kebutuhan. Menariknya banyak pengrajin batik yang membuat gawangan dengan memberikan hiasan di atasnya seperti berbentuk naga atau lung-lungan (tumbuhan).

Gawangan bisa didapatkan dengan membeli ditempat pembuatnya atau kalau sekarang bisa mencarinya secara online. Harga gawangan bermacam-macam tergantung bahan dan bentuknya, apalagi saat ini ada gawangan yang terbuat dari besi.

Kemplongan

Kemplongan atau yang mudah dimengerti yaitu meja kayu merupakan alat yang digunakan untuk alas saat menggambar pola motif di kain mori. Selain sebagai alas, meja kayu ini juga bisa untuk meluruskan permukaan kain yang terlihat kusut sebelum memulai proses membatik.

Kemplongan Alat Untuk Membatik
Kemplongan, Img by : ethnicolour.blogspot.com

Kemplongan dibuat menggunakan bahan dari kayu dan dibentuk mirip seperti meja, selain itu juga terdiri dari kayu, penggilasan kayu dan palu. Dengan adanya alat ini kain akan lebih mudah dilukis karena tidak kusut.

Taplak

Taplak merupakan kain yang digunakan oleh pengrajin batik untuk alas agar saat proses membuat batik tidak terkena tetesan cairan malam yang masih panas. Biasanya taplak diletakkan diantara paha dan kain disaat membatik.

Sebenarnya taplak bisa menggunakan kain sembarang karena nantinya juga akan kotor terkena tetesan lilin, yang terpenting yakni dapat untuk melindungi kaki atau paha pengrajin.

Taplak Pelapis Membuat Batik
Taplak, Img by : infobatik.id

Namun jika ada siapkan kain yang agak tebal karena semakin tebal kain yang dipergunakan akan membuat lilin tidak bisa menembusnya. Selain berfungsi untuk melindungi kaki atau kulit, penggunaan taplak juga sebagai pelindung pakaian yang dikenakan agar tidak kotor terkena lilin.

Dingklik

Dingklik merupakan Bahasa Jawa yang artinya kursi kecil. Mungkin ada yang bertanya-tanya kenapa dingklik dimasukkan ke dalam alat untuk membatik, nah walaupun bukan sebagai perlatan utama namun perannya juga cukup penting untuk membantu kelancaran saat membatik.

Fungsi utama dingklik di sini sebagai tempat duduk saat proses membatik. Bentuknya yang kecil dan seukuran kompor akan memudahkan dalam mengambil malam tanpa perlu berdiri maupun menunduk.

Dingklik atau Kursi Kayu
Dingklik, Img by : tokopedia.com

Proses mengerjakan batik tulis memang berbeda dengan batik cap, jika batik tulis pengrajinnya duduk pada dingklik atau kursi kecil sedangkan batik cap biasanya dikerjakan dengan berdiri.

Selain prosesnya yang berbeda, pengerjaannya juga membutuhkan waktu yang lebih lama, oleh karena itu peran dingklik penting selama proses membuat batik dari awal hingga akhir.

Bandul

Selanjutnya ada bandul yang merupakan alat pemberat untuk menahan kain batik agar tidak mudah bergeser saat melukiskan malam. Kain yang tipis akan mudah bergeser, apalagi jika tertiup angin sehingga penggunaan bandul akan cukup membantu.

Bandul Batik
Bandul, Img by : batikpunyaindoneesia.blogspot.com

Bandul atau alat pemberat biasanya terbuat dari timah atau batu yang diletakkan pada saku. Walau tanpa bandul pembuatan batik bisa berlangsung namun untuk mempermudah proses pengerjaannya bisa memakai alat ini.

Kipas

Kipas atau tepas sebenarnya bukan peralatan yang harus dipersiapkan, hanya saja jika menggunakan pemanas menggunakan arang bisa untuk mengatur besar kecilnya api dengan tepas sesuai kebutuhan.

Tepas Batik Dari Bambu
Tepas, Img by : shopee.co.id

Tepas biasanya terbuat dari anyaman bambu, jika kalian sering membeli sate pasti pernah melihat alat ini untuk mengipasi arang agar baranya terus menyala. Di pembuatan batik ini fungsinya sama yaitu mengatur pemanas malamnya.

Demikianlah informasi tentang alat untuk membatik, semoga artikel yang disajikan ini dapat berguna dan bermanfaat untuk kalian yang berencana membuat batik tulis. Jangan lupa mengunjungi kembali Ingintahu.Net untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.

Leave a Comment